Pria yang mengalami mimpi basah merupakan hal yang biasa, tetapi mimpi erotis ternyata juga bisa menimbulkan orgasme saat tidur atau nocturnal orgasme pada wanita. Pada pria, orgasme saat tidur biasanya disertai dengan ejakulasi.


Menurut dr Ryan Thamrin dari Yayasan Pelangi Indonesia, meski tidak selalu, nocturnal orgasme biasanya terjadi setelah kita bermimpi aktivitas seksual atau karena otak yang mengasumsikan demikian. Selain itu, nocturnal orgasme juga bisa terjadi karena adanya rangsangan seksual, baik fisik maupun psikis. Rangsangan fisik misalnya bagian tubuh yang peka secara tak sengaja terkena rangsangan pakaian atau selimut, sedangkan rangsangan psikis berupa mimpi erotis.

Dibandingkan dengan wanita, sebenarnya pria lebih sering mengalami orgasme malam hari atau mimpi basah. “Ini karena bagian sensitif organ lelaki berada di luar, sedangkan perempuan (klitoris) kan berada di dalam,” kata Ryan. Akibatnya, saat tidur organ seksual seksual pria dengan mudah mendapatkan rangsangan, baik dari gesekan selimut atau tangan secara tidak sengaja.

Orgasme saat tidur bisa dialami siapa saja, baik sudah menikah atau belum. Meski demikian, ada juga wanita yang tidak bisa orgasme saat berhubungan seks dengan pasangannya meski ia sering mengalami nocturnal orgasme. “Orgasme saat berhubungan intim harus melibatkan banyak faktor, misalnya saja intensitas rangsangan, tepat tidaknya titik rangsangan, kenyamanan saat melakukan hubungan, hingga konflik psikologis

Artikel terkait :

0 komentar

Next Post Next Post Next Post