Setelah warga Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, dihebohkan dengan sebatang kayu yang telah lama mati tegak kembali beberapa waktu lalu, kini giliran warga Desa Nibung Kecamatan Koba dihebohkan hal yang sama. Fenomena yang sama itu terjadi di sebuah kebun lada milik H Syukron warga Desa Nibung, tepatnya di lokasi Jongkong eks penambangan PT Koba Tin. 

Sebuah Pohon Akasia setinggi empat meter yang sudah mati dan roboh lebih dari satu tahun tegak kembali dengan kemiringan sembilan puluh derajat. Padahal bagian atas pohon tersebut sudah dipotong-potong bahkan tampak kering. Begitu juga dengan bagian akarnya sudah tampak mati.

H Syukron menuturkan, Pohon Akasia dengan diameter kurang lebih satu meter tersebut sekitar satu tahun dua bulan lalu dirobohkan saat ia hendak berkebun. Sementara itu bagian atas serta dahanya sudah dipotong-potong. Bahkan pohon yang sudah roboh ke tanah tersebut sempat dijadikan olehnya sebagai tempat mengasah parang.

Namun pada hari Minggu (22/12) sekitar pukul 16.30 WIB, H Syukron kaget karena pohon yang telah roboh ke tanah tersebut berdiri tegak dengan posisi kemiringan sembilan puluh derajat. “Saya setiap hari pergi ke kebun, tidak ada tanda apaapa sebelumnya. Pohon itu tergeletak begitu saja di tanah bahkan sudah mati, akarnya pun sudah kering. Ketika pagi hari posisinya masih di tanah, tapi ketika sore sudah berdiri tegak. Saat itu tidak ada angin ribut maupun hujan,” tutur H Syukron.

Menurut H Syukron, awalnya ia tidak begitu memperhatikan, namun sore itu usai memotong pohon keladi di sekitar kebun ia merasa ada yang janggal. Biasanya ia melintas di atas pohon yang roboh tersebut, namun saat itu ia melihat pohon itu sudah berdiri kembali.

“Memang dulunya pohon itu roboh dan ada lubang bekas akarnya, tapi lubang itu sudah ditimbun dan ditanami Pohon Pisang dan Lada. Setelah berdiri kembali Pohon Pisang dan Lada tertimpa oleh pohon itu, kayaknya pohon itu kembali ke posisi semula sebelum roboh,” kata H Syukron.

Kejadian tersebut diceritakan H Syukron kepada pihak keluarga dan tetanggannya. Tak lama kemudian warga jadi heboh dan beramairamai mendatangi lokasi. Tidak hanya warga desa setempat namun warga dari desa tetangga seperti Desa Air Bara maupun Koba penasaran untuk menyaksikan kebenaran cerita tersebut.

source: surya.co.id

Artikel terkait :

0 komentar

Next Post Next Post Next Post